Kolaborasi bersama, membangun Asa
Pola pendampingan ODGJ

By Kim Jong Un 02 Mar 2024, 13:28:35 WIB Kesehatan
Kolaborasi bersama, membangun Asa

Keterangan Gambar : Pembinaan Kesetan JIwa oleh Narasumber


Kamis 29 Februari 2024 Pemerintah Kalurahan Karangsari Kapanewon Pengasih Kulon Progo bekerja sama dengan lembaga Pusat Rehabilitasi Yakkum dalam pemberdayaan dan pemenuhan hak-hak disabilitas psikososial (oddp) atau orang dengan gangguan jiwa (odgj) beserta keluarganya yang tergabung dalam kelompok swabantu (self help group) Ngudi Waras. Kegitan kali ini dilakuka di balai posyandu padukuhan Kopat dengan melibatkan pihak lain seperti puskesmas Pengasih 2 sebagai pengampu layanan dan fasilitas kesehatan dan KPSI (komunitas peduli skizofrenia Indonesia) simpul Jogja, kegiatan terbagi menjadi dua topik utama, yaitu terapi aktivitas kelompok dengan melibatkan perawat gizi dan sharing dari teman-teman KPSI.

Baca Lainnya :

Baca : Resep, Tips, Trik, Cara dan ide adalah kata kunci Populer di Google


Pentingnya gizi seimbang

Puskesmas pengasih 2 sesuai pemaparannya bahwa semua orang wajib menjaga dan memperhatikan gizi yang seimbang, termasuk pada disabilitas psikososial. Pada sesi ini banyak dijelaskan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi, seperti makanan sehat dan yang bersumber karbohidat, makanan sehat sumber protein sebagai sumber energy dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, makanan sehat sumber lembak, makanan sehat sumber vitamin dan mineral yang berasal dari sayuran dan buah-buahan, hingga menjaga kesehatan dengan tidak merokok.

Sharing dan motivasi

Pada sesi berikutnya, perwakilan KPSI membagikan banyak pengalaman pribadi yang dialaminya. Pengalaman-pengalaman tersebut meliputi bagaiamana narasumber menceritakan perjalanannya dalam mengkonsumsi obat, proses kekambuhan sehingga harus beberapa kali dibawa ke rumah sakit jiwa, perjuangan memperoleh komunitas untuk aktualisasi diri dan berorganisasi hingga survive dan menjadi bagian dari aktivis kesehatan mental. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi teman-teman SHG, karena mampu melihat dengan jelas bahwa disabilitas psikososial mampu dan berdaya. Dikesempatan baik ini KPSI juga membagikan beberapa buku dan mug sebagai bentuk apresiasi bagi teman-teman SHG yang berani bercerita dan bertanya. Keluarga atau caregiver juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya maupun bertukar pengalaman secara langsung, sehingga semakin dikuatkan.

Pada akhir sesi sebagai kenang-kenangan dan penutup kegiatan, semua peserta melakukan foto bersama meskipun beberapa peserta sudah mulai mendahului karena ada tanggung jawab yang dikerjakan. Lebih dari itu, kegiatan rutin kelompok swabantu (SHG) ini menjadi salah satu bukti bahwa disabilitas psikososial memiliki hak mendapatkan wadah untuk mengembangkan diri mereka sendiri, mendapatkan akses informasi yang utuh sebagaimana masyarakat lainnya. Ini menjadi salah satu langkah untuk membangun kembali harapan atau asa bagi disabilitas psikososial beserta keluarganya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment